“Contoh Perjanjian Utang Piutang”

PERJANJIAN UTANG-PIUTANG

Nomor:

 

Pada hari ini Rabu tanggal 14-04-2011 (Empatbelas April Dua Ribu Sebelas), kami yang bertanda tangan dibawah ini:

  1. [Nama ], lahir tanggal [–] ( ) beralamat di [ ] , Kartu Tanda Penduduk Nomor [  ]  dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri (untuk selanjutnya disebut sebagai “Kreditur”).
  2. PT. FAJAR SETIA MANDIRI, suatu perseroan terbatas yang didirikan dan berdiri menurut hukum negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta beralamat di Jalan Tebet, Gondangdia, Jakarta Selatan,  dalam hal ini diwakili oleh ABCDE, selaku DIREKTUR UTAMA, dari dan oleh karena itu bertindak untuk dan atas nama serta sah mewakili perseroan tersebut diatas (untuk selanjutnya disebut sebagai “Debitur”).

Kreditur dan Debitur secara bersama-sama selanjutnya disebut sebagai “Para Pihak” telah setuju dan sepakat untuk mengadakan suatu PERJANJIAN UTANG-PIUTANG yang selanjutnya disebut “Perjanjian”.

Para Pihak terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Bahwa Debitur adalah suatu perseroan terbatas yang bergerak di bidang penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM).
  2. Bahwa Kreditur telah memberikan  sejumlah uang sebagai pinjaman kepada Debitur.

Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut diatas, Para Pihak sepakat untuk membuat Perjanjian ini, dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

 

 

Pasal 1

Maksud dan Tujuan

(1)   Kreditur dengan ini setuju untuk memberikan sejumlah uang sebagai pinjaman kepada Debitur, sebagaimana Debitur setuju untuk menerima pinjaman tersebut dari Kreditur yaitu sebesar Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah) (untuk selanjutnya disebut dengan “utang”).

(2)   Utang tersebut pada ayat (1) digunakan untuk membiayai dan/atau membantu pemodalan dan kegiatan operasional Debitur, dan Debitur tidak diperbolehkan menggunakan utang untuk tujuan lain diluar daripada yang telah disepakati dalam Perjanjian.

 

Pasal 2

Jangka Waktu

Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu terhitung sejak tanggal Perjanjian ini ditandatangani, sehingga dengan sendirinya harus sudah dibayar lunas oleh Debitur selambat-lambatnya  tanggal 14-05-2012 (Empatbelas Mei Dua Ribu Duabelas) dengan cara pembayaran secara angsuran.

   Pasal 3

Hak dan Kewajiban

(1)   Atas utang yang diberikan tersebut, Debitur diwajibkan untuk secara angsuran  membayar sebesar Rp. 10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah) perbulan. Angsuran tersebut dibayar oleh Debitur tiap-tiap tanggal 14 (Empatbelas) setiap bulannya, dan untuk pertama kalinya angsuran tersebut jatuh pada tanggal 14-06-2011 (Empatbelas Juni Duaribu Sebelas).

(2)   Jumlah utang yang harus dikembalikan oleh Debitur kepada Kreditur adalah sebesar Rp.120.000.000; (Seratus Dua Puluh Juta Rupiah).

(3)   Apabila Debitur lalai untuk membayar angsuran pinjaman yang wajib dibayarnya kepada Kreditur berdasarkan Perjanjian ini, pada tanggal pembayarannya yang sudah ditetapkan, maka Debitur wajib membayar denda atas keterlambatan pembayaran tersebut kepada Kreditur.

(4)   Apabila Debitur melakukan pelunasan utang, maka Kreditur akan memberikan bukti yang menyatakan bahwa utang dari Debitur telah lunas.

 Pasal 4

Pelunasan Dipercepat

Menyimpang dari jangka waktu pembayaran yang ditetapkan dalam Pasal 2, Debitur dapat melakukan pelunasan pinjamannya lebih awal, dengan cara menyampaikan pemberitahuan secara tertulis 7 (Tujuh) hari sebelumnya kepada Kreditur.

 Pasal 5

Denda Keterlambatan

(1)   Apabila Debitur lalai dan/atau terlambat dalam melakukan pembayaran utang, maka dikenakan denda sebesar 2 % (persen) per hari dari besarnya angsuran yang telah jatuh tempo.

(2)   Dalam waktu maksimal 7 (Tujuh) hari sejak dikenakan denda, ternyata Debitur tidak membayar, maka Kreditur dapat mengakhiri Perjanjian secara sepihak.

(3)   Dalam hal perjanjian ini diakhiri dalam ayat (2), maka Debitur wajib melunasi pinjamannya kepada Kreditur secara seketika dan sekaligus.

Pasal 6

Pernyataan dan Jaminan

(1)   Debitur dengan ini menyatakan dan menjamin bahwa untuk membuat, menandatangani Perjanjian ini tidak memerlukan ijin dari orang/pihak manapun juga, yang dilakukan berdasarkan kewenangannya sebagai Direktur Utama dalam perusahaan dan semua tindakan dilakukan untuk keperluan perusahaan.

(2)   Debitur menyatakantidak mempunyai utang kepada pihak ketiga lainnya yang dapat membahayakan pembayaran utang kepada Kreditur.

(3)   Debitur menyatakan tidak tersangkut dalam suatu perkara atau sengketa apapun juga.

(4)   Debitur dengan ini membebaskan Kreditur dari tuntutan pihak ketiga maupun pihak lainnya yang akan timbul dikemudian hari sehubungan ditandatangani Perjanjian ini.

 Pasal 7

Penyelesaian Sengketa

(1)   Para Pihak sepakat bahwa untuk penyelesaian sengketa sebagai akibat dilaksanakan Perjanjian ini akan dilakukan dengan mengutamakan musyawarah untuk mufakat.

(2)   Apabila penyelesaian sengketa dengan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka Para Pihak sepakat memilih domisili hukum yang tetap dan tidak berubah di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Pasal 8

Pengakhiran Perjanjian

(1)   Perjanjian ini dapat diakhiri dalam hal sebagai berikut:

  1. Berdasarkan kesepakatan Para Pihak.
  2. Oleh Debitur, dalam hal Kreditur tidak dapat memenuhi kewajiban-kewajibannya sebagaimana ditetapkan dalam  Perjanjian ini.
  3. Oleh Kreditur, dalam hal Debitur tidak dapat memenuhi kewajiban-kewajibannya sebagaimana ditetapkan dalam Perjanjian ini.

(2)   Sehubungan dengan pengakhiran Perjanjian ini , maka Para Pihak dengan ini sepakat untuk mengesampingkan ketentuan Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.

Pasal 9

Lain-lain

(1)   Perjanjian ini dibuat berdasarkan dan tunduk terhadap hukum Negara Republik Indonesia.

(2)   Hal-hal lain yang belum/belum cukup diatur dalam Perjanjian ini akan diatur kemudian oleh Para Pihak dalam suatu addendum sebagai bagian dan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini.

(3)   Setiap perubahan dan atau penambahan atas Perjanjian ini hanya dapat dilakukan atas persetujuan Para Pihak dan akan dituangkan secara tertulis, dalam addendum sebagai bagian dan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini.

Demikian, Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua), asli, bermeterai cukup dan ditandatangani oleh Para Pihak, pada tanggal bulan dan tahun tersebut di atas yang kesemuanya mempunyai kekuatan hukum yang sama dan mengikat Para Pihak.

 

DEBITUR                                            KREDITUR

PT. FAJAR SETIA MANDIRI

 

 ABCD                                                   XYZ

Direktur Utama

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s